Inilah Alasan Mengapa Perempuan Tidak Perlu Ragu Sekolah Tinggi-tinggi

Holaaa gansis, kembali lagi dengan Riani yang ingin berkreasi lewat untaian kata yang tersirat rasa




Ok kemaren ada yang request tentang pendidikan nih, Makanya riani sekolah tinggi2 bukan cuman untuk mendapatkan kerjaan layak juga . tapi yaa gtu dihargain juga sih sebagai perempuan,
yauda kita lanjut kepembahasannya ya. 


Saat dewasa stigma negatif mengenai perempuan tidak kunjung bergerak dari pemahaman bahwa derajatnya berada di bawah laki-laki. Hal ini pulalah yang membuat banyak orang merasa tidak perlu menghormati perempuan dan terus menerus menindasnya. Meski gejolak emansipasi telah dilantangkan sejak awal tahun 1900-an, nyatanya masih banyak kalangan yang mengharamkan pendidikan tertinggi bagi seorang perempuan. Berbagai akses perempuan terhadap bidang kehidupan yang cukup vital masih banyak dibatasi, terutama di berbagai negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia.




Wanita selama ini dianggap tabu untuk menduduki posisi penting pemerintahan, terutama untuk jabatan teratas atau pemimpin. Tidak heran, di Indonesia dan berbagai negara di dunia, porsi wanita di parlemen dan lembaga pemerintahan berada di angka yang cukup jauh daripada pria. Padahal, menurut riset, hippocampus pada perempuan berukuran lebih besar dibandingkan laki-laki. Meski volume otak laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan, kenyataannya kemampuan laki-laki akan unggul pada segi motorik. Berbeda halnya dengan perempuan yang unggul dalam hal memori dan kemampuan melihat masalah dari beragam sudut pandang, serta mengolah banyak informasi lebih cepat. Otak perempuan dirancang untuk mampu menyerap informasi bahkan lima kali lebih cepat dibandingkan laki-laki.





Hal ini juga didukung dengan riset lanjutan mengenai bagaimana koneksi otak bekerja. Koneksi otak laki-laki lebih banyak tersambung dari depan ke belakang. Sedangkan perempuan dari kiri ke kanan serta melintasi dua bagian otak. Tidak heran, perempuan lebih mudah menyimpulkan atau memutuskan sesuatu dibandingkan pria. Perempuan juga memiliki porsi gray matter atau kemampuan penyerapan kosa kata, membaca dan menulis yang lebih baik ketimbang pria.

Nah, kemampuan ini memang bisa tumpul apabila tidak diasah secara berkala. Oleh karena itu penting kiranya bagi wanita untuk bersekolah tinggi-tinggi, setidaknya untuk mengasah daya ingatan, kemampuan merespon serta daya kognisi sosialnya. Apakah setiap perempuan mampu menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan atas pendidikan dan apa yang mungkin dilakukannya di keluarga kecil atau rumah tangga yang sedang ia bangun? Tentu saja bisa.

Menurut penelitian, otak perempuan memproduksi lebih banyak serotonin dan oksitosin yang membuat mereka lebih tenang serta tertarik ke dalam hubungan emosional serta mampu mempertahankan fokus untuk jangka waktu yang lebih lama. Tidak heran, wanita lebih lihai multitasking ketimbang pria. Hal ini tentu semakin meyakinkan para perempuan untuk melakukan hal produktif dalam waktu bersamaan. Termasuk bersekolah dan mengurus keperluan keluarga, tentunya dengan dukungan dari orang tercinta.



Selain demi mengasah kemampuan otaknya, pendidikan juga akan membuka cakrawala perspektif dari seseorang, tak terkecuali perempuan. Berjumpa dan berdiskusi dengan beragam manusia dengan berbagai latar belakang tentu akan memperkaya sudut pandang. Bagi perempuan hal ini begitu penting, mengingat perannya kelak sebagai guru pertama bagi putra-putrinya. Ibu yang cerdas berpotensi melahirkan dan membesarkan anaknya dengan didikan yang sesuai. Ditambah apabila perempuan tersebut memiliki sudut pandang yang lebih kaya, ia akan mengajarkan banyak hal kepada anaknya tanpa canggung atau kebingungan. Mereka juga akan mampu menjawab pertanyaan sulit dari anak kecil, yang sejatinya menjadi gerbang utama bagi karakter si anak, bahkan sampai mereka tumbuh dewasa.



Bersekolah hingga jenjang yang lebih tinggi bagi seorang perempuan selama ini memang dianggap momok bagi sebagian orang. Selain karena beberapa orang tidak ingin banyak hal dikuasai oleh perempuan, mereka juga merasa terancam dan ketakutan apabila ada wanita yang lebih cerdas. Kaum lelaki seringkali minder apabila wanitanya lebih pintar atau cerdas dan berwawasan. Padahal, menjalin hubungan dengan wanita cerdas tentu akan membuat dunia lebih berwarna, sebab diskusi tidak akan pernah terputus. Lelaki juga akan lebih termotivasi untuk menyeimbangi perempuannya yang cerdas. Dengan demikian, proses belajar akan terus terjalin dalam hubungan yang sehat.

Gimana, ladies? Masih ragu buat sekolah tinggi-tinggi dan memberantas kebodohan di negeri ini?




Tunggu update2 Berita seputar Viral/Fakta di blog ini ya. Kasih saran dan Kritik kalian di kolom komentar yaa .



Terimakasih ^^



facebook : rianylien
instagram : lienriani







SHARE

Riany Lien

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment